Kajian Al-hikam (Kalam Ulama). Kajian al-Hikam (11) : Pribadi Berkualitas

“Kuburlah wujudmu (eksistensimu) di dalam bumi kerendahan (ketiadaan); maka segala yang tumbuh namun tidak ditanam (dengan baik) tidak akan sempurna buahnya.”

اِدْفِنْ وُجُودَكَ فيِ أَرْضِ الْخُمُولِ، فَمَا نَـبَتَ مِمَّالَمْ يُدْفَنْ لاَ يَــتِمُّ نَـتَاءِجُهُ

Maksud dari maqalah di atas yaitu sembunyikan dirimu dari popularitas semu dengan mengasah potensi ruhaniahmu hingga memiliki kedekatan kepada Allah. Ketika seseorang tlh memiliki kedekatan dengan Allah maka hatinya tidak akan tertarik dg perhatian manusia apalagi mengejar popularitas. Seandainya dirinya memperoleh polularitas sekalipun tapi hatinya tidak akan berpaling dari Allah. Itulah maksud dari benamkan dirimu dalam ketiadaan. Setelah mampu menenggelamkan diri dalam ketiadaan maka akan merasakan kebesaran Allah dan dirinya sirna dlm ketiadaan. (Baca juga: Kajian al-Hikam (10) : Ikhlas sebagai Ruh Amal)

Jika seseorang belum mampu meniadakan dirinya maka akan muncul sikap ego, merasa hebat eksistensi dirinya tanpa bisa mengembalikan kpd Allah. Ini ibarat buah yg belum matang tp sudah diambil pasti rasanya akan asem. Sebaliknya, jika buah dipetik sdh dlm keadaan sdh matang maka rasanya akan lezat dan nikmat. Begitu juga, kondisi kejiwaan dan spiritualitas seseorang. Semoga Allah senantiasa membimbing diri kita menjadi pribadi yg matang dan berkualitas spiritualnya sehingga tidak silau melihat popularitas duniawi yg semu.

Oleh : Dr KH Ali Abdillah, MA

alrabbani, 20/4/17