Wanita haidh/nifas diharamkan untuk menyentuh mushaf dan membawanya. Berdasarkan firman Allah subhanahu wa ta’ala :

لَا يَمَسُّهُ إِلَّا الْمُطَهَّرُونَ

Artinya: “Tidak menyentuhnya (mushaf) kecuali orang-orang yang mensucikan dirinya.”

Dan Hadits Rasulullah ﷺ :

 

لا يمس القرآن إلا طاهر

Artinya: “Tidak menyentuh Alqur’an kecuali orang yang suci.”

Maksud mushaf adalah: Bagian ayat Al-qur’an yang tertulis walaupun hanya beberapa ayat yang dapat dipahami. Diharamkan menyentuh mushaf walaupun dengan kain.

Namun diperbolehkan membawa mushaf bersama benda lain jika berniat membawa benda tersebut saja. Jika berniat membawa mushaf saja maka hukumnya haram. Sedangkan jika berniat membawa keduanya atau tidak berniat sama sekali maka boleh menurut Imam Romli, dan sebaliknya menurut Ibnu Hajar.

 

Hukum membawa Mushaf bagi wanita Haidh/Nifas

Jika berniat membawa :

  1. Benda saja »» Boleh
  2. Al-Qur’an saja »» Haram
  3. Benda dan Al-Qur’an »» Boleh (menurut Imam Romli)
  4. Tidak niat apapun »» Boleh (menurut Imam Romli)

 

Membaca Al-Qur’an dengan niat mengaji

Wanita haidh/nifas diharamkan untuk membaca Al-Qur’an berdasarkan hadits Rasulullah ﷺ :

لا يقرأ الجنب ولا الحائض شيئا من القرآن

Artinya: “Tidaklah seorang yang junub dan haid membaca sesuatu dari Al-Qur’an”

Berikut ini syarat seorang wanita diharamkan untuk membaca Al-Qur’an ketika Haidh/Nifas :

  1. Membaca Al-Qur’an dengan niat mengaji saja atau dibarengi niat lainnya. Jika niat untuk berdzikir, memberi nasihat atau kisah, menjaga hafalan, atau menjaga diri tanpa dibarengi niat mengaji, maka tak diharamkan. Tak diharamkan pula jika ia membaca Al-Qur’an tanpa dibarengi niat apapun.
  2. Membaca Al-Qur’an dengan lafadz yang dapat didengarnya. Oleh karena itu tak diharamkan jika ia membaca dalam hati atau memandang mushaf tanpa menggerakkan lidah.

 

Hukum membaca Al-Qur’an bagi wanita Haidh/Nifas

Niat membaca Al-Qur’an:

  1. Niat mengaji saja »» Haram
  2. Niat mengaji dan lainnya »» Haram
  3. Niat lainnya saja (dzikir dll) »» Boleh
  4. Tak berniat apapun »» Boleh

Para ulama fiqih bersepakat bahwa wanita haidh/nifas diperbolehkan untuk bertasbih, bertahlil, dan berdzikir selain Al-Qur’an.

Kitab :

الإبانة والإفاضة

في احكام الحيض و النفاس والإستحاضة

على مذهب الإمام الشافعي

 

Sayyid Habib Abdurrahman bin Abdullah bin Abdul Qodir Assegaf