Tanya Jawab Islam (Kalam Ulama). Hukum Membuka Aurat Saat Berwudlu, Bolehkah?

Hukumnya adalah makruh, seperti yang disampaikan oleh Ulama Madzhab Malikiyah:

[ ﻣﻜﺮﻭﻫﺎﺕ اﻟﻮﺿﻮء] اﻟﺮاﺑﻌﺔ: ﻟﻢ ﻳﺘﻌﺮﺽ ﻟﻤﻜﺮﻭﻫﺎﺗﻪ ﻭﻋﺪﻫﺎ ﺑﻌﻀﻬﻢ ﺳﺘﺔ: اﻹﻛﺜﺎﺭ ﻣﻦ ﺻﺐ اﻟﻤﺎء، ﻭاﻟﻮﺿﻮء ﻓﻲ اﻟﺨﻼء، ﻭﻛﺸﻒ اﻟﻌﻮﺭﺓ، ﻭاﻟﻜﻼﻡ ﻓﻲ ﺃﺛﻨﺎﺋﻪ ﺑﻐﻴﺮ ﺫﻛﺮ اﻟﻠﻪ، ﻭاﻟﺰﻳﺎﺩﺓ ﻓﻲ اﻟﻤﻐﺴﻮﻝ ﻋﻠﻰ ﺛﻼﺙ

Kemakruhan dalam berwudlu. Sebagian ulama menyebutkan kemakruhan dalam berwudlu ada 6. Yaitu berlebihan dalam menyiram air, wudlu di jeding yang ada WC nya, MEMBUKA AURAT, menambah basuhan lebih dari 3x… (Fawakih Dawani 1/146)

(Baca Juga : Hukum Ucapan Selamat Natal, Bolehkah?)

Diantara dalil yang dijadikan sumber ijtihad adalah:

ﻳﺎ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﻋﻮﺭاﺗﻨﺎ ﻣﺎ ﻧﺄﺗﻲ ﻣﻨﻬﺎ ﻭﻣﺎ ﻧﺬﺭ؟ ﻗﺎﻝ: «اﺣﻔﻆ ﻋﻮﺭﺗﻚ ﺇﻻ ﻣﻦ ﺯﻭﺟﺘﻚ ﺃﻭ ﻣﺎ ﻣﻠﻜﺖ ﻳﻤﻴﻨﻚ»، ﻓﻘﺎﻝ: اﻟﺮﺟﻞ ﻳﻜﻮﻥ ﻣﻊ اﻟﺮﺟﻞ؟ ﻗﺎﻝ: «ﺇﻥ اﺳﺘﻄﻌﺖ ﺃﻥ ﻻ ﻳﺮاﻫﺎ ﺃﺣﺪ ﻓﺎﻓﻌﻞ»، ﻗﻠﺖ: ﻭاﻟﺮﺟﻞ ﻳﻜﻮﻥ ﺧﺎﻟﻴﺎ، ﻗﺎﻝ: «ﻓﺎﻟﻠﻪ ﺃﺣﻖ ﺃﻥ ﻳﺴﺘﺤﻴﺎ ﻣﻨﻪ»:

Sahabat: “Wahai Rasulullah, mana aurat yang kami tutup dan yang boleh dibiarkan?” Nabi: “Jagalah Aurat mu kecuali untuk istrimu atau budaknya”. Sahabat: “Bagaimana aurat sesama lelaki?” Nabi: “Jika engkau mampu untuk tidak dilihat oleh siapapun, maka lakukan (menutup aurat)”. Sahabat: “Kalau ia sedang menyendiri?” Nabi: “Allah lebih layak untuk kita malu kepada Nya” (HR Tirmidzi, Ibnu Majah dll)

ﺷ (ﻋﻮﺭاﺗﻨﺎ اﻟﺦ) ﺃﻱ ﺃﻱ ﻋﻮﺭﺓ ﻧﺴﺘﺮﻫﺎ ﻭﺃﻱ ﻋﻮﺭﺓ ﻧﺘﺮﻙ ﺳﺘﺮﻫﺎ]

*Untuk literasi huruf (ض) saya masih menggunakan ‘dl’ seperti wudlu’. Hal ini supaya sejalan dengan wadah perjuangan Ahlisunnah wal Jamaah Nahdlatul Ulama

oleh : KH Ma’ruf Khozin