Surabaya, (13-14/05/17) Indonesia dalam konteks publikasi dan produksi karya ilmiah di banding dengan negara-negara islam lain, masih terbilang mengalami “keterbelakangan”. Hal ini salah satunya disebabkan gairah literasi para akademisi muslim yang jauh dibawa ekspektasi. Menyadari realitas ini, maka Koordinatorat Perguruan Tinggi Keagamaan Agama Islam (Kopertais Wil-IV Surabaya menyelenggarakan acara yang bertajuk 1st Annual Conference for Muslim Scholars (AncoMS) pada hari sabtu-minggu di UIN Sunan Ampel dan Hotel Ibis Surabaya.
Prof. Abdul A’la selaku Koordinator Kopertais wil-IV menerangkan dalam sambutannya bahwa acara ini sengaja digelar dalam rangka meningkatkan publikasi ilmiah sekaligus produksi ilmu pengetahuan di kalangan dosen-dosen perguruan tinggi islam. “kegiatan ini merupakan carnival akademik yang dirayakan dengan berkompetisi melalui temuan-temuan ilmiah. Bagi tulisan yang bagus akan kita kawal untuk dipublikasikan di Jurnal Internasional” terangnya dalam sambutan.
Pada kesempatan tersebut juga turut hadir sebagai Keynote Speaker Prof. Dr. Phil. Kamarudin Amin selaku Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI. dalam sambutannya ia mengungkapkan apresiasi kepada Kopertais wil-IV atas terselenggaranya kegiatan ini. Hal itu diakuinya karena acara ini sejatinya tanggung jawab dirjen pendidikan. “kegiatan ilmiah ini begitu inovatif dan kreatif, selaku Dirjen Pendidikan Islam saya akan meminta untuk Kopertais-Kopertais lain di Indonesia menyelenggarakan acara yang serupa dengan apa yang sudah dicapai oleh Kopertais wil-IV” uangkapnya.
Kegiatan yang bertema Memperkokoh Kajian Islam Multidisipliner di Era Kontemporer ini, juga diawali dengan seminar dengan narasumber para peneliti kajian islam tingkat dunia, yaitu Prof. Dr. Azyumardi Azra (Peneliti sekaligus Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta) dan, Prof. Mark Woodward selaku Guru besar di Center for the study of Religion and Conflict Arizona State University Arizona USA, Acara dilanjutkan dengan sesi pararel di Hotel Ibis Surabaya yang dibagi menjadi 6 kelompok kajian yaitu Pendidikan Islam, Hukum Islam, Pemikiran Islam, Peradaban Islam, Ekonomi Islam, Kajian Multidisipliner, semakin meriah karena dihadiri secara penuh oleh 100 peserta konferensi yang tulisannya dinyatakan lolos dari 216 peserta yang mendaftarkan diri.(ek/Ah)