Assalamualaikum Wr Wb. Ustadz yang kami muliakan. Kami ingin bertanya mengenai peringatan empat puluh hari setelah kematian. Bagaimana hukum memperingati hari keempat puluh dari kewafatan seseorang? Di tempat kami, masyarakat terbiasa memperingati hari keempat puluh dari kewafatan seseorang dengan khatam quran dan tahlilan. Ada yang berpandangan bahwa ruh orang yang wafat masih berkeliling di muka bumi hingga hari keempat puluh. Bagaimana pandangan ustadz mengenai masalah ini? Terima kasih.

Jawaban:

Wa’alaikumussalam Warahmatullah Wabarakatuh.

Semoga limpahan rahmat dan kasih sayang Allah SWT senantiasa tercurah pada anda dan keluarga. Adapun jawaban kami atas pertanyaan anda sebagai berikut.

Menghadiahkan pahala bacaan alquran untuk ruh orang yang telah wafat adalah perkara yang dibenarkan oleh syariat islam dan disetujui oleh empat mazhab fiqh, bahkan ini merupakan hadiah yang paling berharga bagi seorang yang telah wafat dari seorang yang masih hidup. Sebagaimana disebutkan oleh Imam al-Qurthubi dalam kitab al-Tadzkirah. Hukum asal perkara ini adalah boleh diseluruh waktu. Oleh karena itu, tidak ada larangan untuk menetapkan hari tertentu untuk melakukannya. Tidak ada satu pun dalil syariat yang melarang hal tersebut. Adapun yang dilarang dalam syariat adalah jika menjadikan hari itu hari untuk bersedih atau membangkitkan kembali kesedihan sehingga suasana duka kembali terasa seperti saat dimana hari ditinggal sang mayit. Sebab Rasulullah SAW melarang berkabung lebih dari tiga hari. Maka hendaknya hal ini dihindari.

Adapun masalah berjalannya ruh di atas muka bumi hingga empat puluh hari, kami tidak menemukan dalilnya dalam syariat. Hanya saja sebuah atsar disebutkan:

الأرض تبكي على المؤمن أربعين صباحًا.

“Bumi menangisi kepergian orang mukmin selama empat puluh hari.”

Demikian yang kami ketahui.

Wallahu a’lam.

Bogor, 18 September 2017

Ustadz Adhli AlQarni