Kajian Islam (Kalam Ulama). Menjalin hubuangan suami istri bukanlah hal yang mudah. Ada hal-hal yang harus diperhatikan yang harus di jaga bagi keduanya untuk menjaga keharhominsan rumah tangganya. Keharmonisan hubungan mutlak harus dijaga oleh pasutri (pasangan suami istri). Untuk menjaga perlu dilakukan pencegahan (preventif). Disini berlaku semboyan mencegah lebih baik dari pada mengobati.

Sebagai seorang suami tidak boleh menyebarkan rahasia-rahasia yang muncul dari sang istri, dan tidak pula menceritakannya bagaimana munculnya hal itu kepada keluarganya. Atau tidak pula menceritakan hal-hal yang bersifat privasi antara suami dan istri. Begitu pula sang istri tidak menyebarkan aib suaminya saat berada di ranjang. Serta tidak menceritakan aib tersebut tersebut kepada satu orangpun. Semua itu adalah amanah yang harus dijaga keduanya. Seperti dijelaskan dalam “Syarh Zaadul Mustaqni’” karya Imam as-Syankithi halaman 8 : (Baca Juga: Perempuan sholehah: Penolong Separuh Agama)

كم من امرأة صالحة دينة اطلعت على خلل من زوجها فى الفراش. وصبرت وصابرت واحتسبت, ولم تطلع على ذلك أحدا حتي حال أذية الروج لها, تكتم ذلك ولا تفشي له سره, ترجو رحمة الله عز وجل, وتحس أن هذه أمانات, فتخاف من الله عز وجل إذا أفشتها……..

“ Banyak perempuan sholihah yang beragama memunculkan aib suaminya di ranjang. …….. dan tidak memunculkan (menceritakan) kepada satu orangpun sampai kondisi kerugian suami karenanya (suami merasa rugi akibat aibnya tersebar) . Aib tersebut disembunyikan dan tidak disebarkan, mengaharap rahmat Allah azza wa jalla, merasa bahwasannya ini adalah amanah, dan takut kepada Allah jika menyebarkannya…..”

Dalam kitab “ifshoh” dari hadist-hadist tentang nikah juz 1 halaman 27 :

عن سعيد الخدري رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال : إن من شرار الناس منزلة عند الله يوم القيامة الرجل يقضي إلى امرأته وتقضي إليه ثم يفشى سرها.

“Dari Sa’id al-Khudry RA ; dari Nabi SAW berkata : Sesungguhnya sejelak-jelaknya kedudukan manusia dihadapan Allah di hari kiamat yaitu lelaki yang menghakimi istrinya dan diputuskannya kemudian menyebarkan rahasia istrinya”.

Oleh : Ustadz Hamzah Alfarisi